Strategi nutrisi yang tepat selama perlombaan atau yang dikenal sebagai Race Fueling adalah faktor penentu keberhasilan seorang atlet ketahanan sepeda. Berbeda dengan carb loading yang berfokus pada pengisian cadangan sebelum acara, fueling di atas sepeda bertujuan untuk menjaga pasokan energi yang stabil dan mengganti cairan serta mineral yang hilang. Panduan umum nutrisi dalam bersepeda merekomendasikan konsumsi Karbohidrat Per Jam antara 30 hingga 90 gram, tergantung durasi dan intensitas balapan. Penelitian terbaru yang dilakukan oleh Dr. Amelia Wijaya, seorang ahli gizi olahraga dari Institut Ilmu Gizi Jakarta pada 19 Mei 2024, menunjukkan bahwa atlet yang mengonsumsi $90 \, \text{g/jam}$ (menggunakan kombinasi glukosa dan fruktosa) menunjukkan peningkatan daya tahan sebesar 18% dibandingkan dengan kelompok yang mengonsumsi $60 \, \text{g/jam}$. Kunci sukses Race Fueling adalah konsistensi dan pemilihan sumber karbohidrat yang mudah diserap, seperti gel energi, minuman olahraga, atau bar berenergi.
Selain asupan energi, penggantian Elektrolit dan cairan adalah prioritas kedua yang sama pentingnya. Kehilangan keringat yang signifikan, terutama dalam kondisi cuaca panas dan lembap seperti di Jakarta pada bulan September, dapat menyebabkan hiponatremia atau dehidrasi. Rata-rata atlet kehilangan sekitar 0,5 hingga 2 liter cairan per jam, dan bersamaan dengan itu, natrium (sodium), kalium (potassium), dan klorida. Oleh karena itu, konsumsi minuman yang mengandung Elektrolit sangat dianjurkan. Tingkat natrium yang hilang bisa mencapai $1.000 \, \text{mg}$ per liter keringat pada beberapa individu. Protokol hidrasi harus disesuaikan berdasarkan laju keringat masing-masing atlet, tetapi sebagai patokan, mengonsumsi 500–1000 mililiter cairan yang mengandung $200–500 \, \text{mg}$ natrium per jam adalah langkah awal yang baik. Kesalahan fatal dalam Race Fueling adalah hanya minum air putih tanpa Elektrolit, yang dapat mengencerkan sisa natrium dalam tubuh.
Untuk durasi balapan yang panjang, misalnya event Gran Fondo sejauh 160 kilometer yang diadakan pada hari Minggu, 27 April 2025, perencanaan asupan Karbohidrat Per Jam harus diplot secara teliti. Atlet disarankan untuk mengatur alarm pengingat setiap 15–20 menit untuk memastikan mereka mengonsumsi cairan dan makanan secara teratur. Misalnya, mengonsumsi satu energy gel (sekitar 25 gram karbohidrat) setiap 45 menit, ditambah dengan menyesap minuman olahraga berkarbohidrat tinggi (sekitar 30 gram karbohidrat per botol), dapat membantu mencapai target $60 \, \text{g/jam}$ atau lebih. Semua persiapan ini, termasuk penempatan stasiun feeding resmi di kilometer 40, 80, dan 120, sudah dikoordinasikan dengan pihak keamanan. Kapolres Bogor Kota, AKBP Taufik Hidayat, melalui pengumuman resminya pada 20 April 2025, memastikan bahwa jalur sepeda akan ditutup total dari pukul 06.00 hingga 12.00 WIB untuk menjamin keamanan peserta. Dengan memahami kebutuhan spesifik tubuh akan Karbohidrat Per Jam dan Race Fueling yang terstruktur, atlet dapat mempertahankan kinerja tinggi hingga menyentuh garis finis tanpa kehabisan energi.