Dunia olahraga prestasi kini tidak lagi hanya menjadi ranah orang dewasa. Persaingan di level pelajar pun semakin ketat, memicu ambisi besar untuk menjadi yang terbaik di setiap kompetisi antar-sekolah maupun ajang pekan olahraga daerah. Namun, di balik semangat sportivitas tersebut, tersimpan ancaman tersembunyi yang perlu diantisipasi sejak dini. Waspada Doping di kalangan atlet remaja kini menjadi perhatian serius bagi otoritas olahraga. Masalah ini bukan sekadar tentang kecurangan dalam kompetisi, melainkan risiko kesehatan jangka panjang yang dapat menghancurkan masa depan para generasi muda yang berbakat.
Menanggapi fenomena tersebut, KONI Bali mengambil langkah proaktif dengan melakukan serangkaian kunjungan edukasi ke berbagai institusi pendidikan. Inisiatif ini bertujuan untuk memberikan pemahaman komprehensif kepada siswa, guru olahraga, dan orang tua mengenai bahaya penggunaan bahan kimia sintetis yang digunakan secara ilegal untuk meningkatkan performa fisik. Sosialisasi ini menekankan bahwa kejayaan yang diraih melalui jalan pintas tidak akan pernah sebanding dengan risiko kerusakan organ tubuh secara permanen yang diakibatkan oleh zat terlarang tersebut.
Banyak atlet tingkat sekolah sering kali terjebak dalam penggunaan obat-obatan yang dilarang tanpa mereka sadari. Sering kali, informasi yang salah dari sumber yang tidak kompeten di internet atau pergaulan di lingkungan olahraga yang tidak sehat membuat mereka mengonsumsi suplemen yang mengandung bahan kimia berbahaya. KONI Bali menjelaskan bahwa daftar obat-obatan yang dilarang tidak hanya terbatas pada steroid, tetapi juga mencakup stimulan tertentu yang terkadang ditemukan dalam obat flu atau suplemen diet yang dijual bebas. Tanpa literasi yang baik, seorang siswa bisa saja kehilangan haknya untuk bertanding seumur hidup hanya karena ketidaktahuan.
Bahaya doping pada tubuh remaja jauh lebih fatal dibandingkan pada orang dewasa. Di masa pertumbuhan, penggunaan zat hormon tambahan dapat mengganggu keseimbangan alami tubuh, menyebabkan gangguan pertumbuhan tulang, kerusakan hati, hingga risiko penyakit jantung di usia muda. Melalui program di berbagai sekolah, para ahli dari dewan olahraga daerah memaparkan fakta-fakta medis yang membuka mata para pelajar bahwa tubuh mereka adalah aset yang harus dijaga dengan cara-cara yang alami dan sehat. Latihan keras dan nutrisi yang benar adalah satu-satunya “formula” juara yang diakui secara legal.