Gubernur Lemhannas RI, Dr. H. TB. Ace Hasan Syadzily, baru-baru ini menegaskan bahwa eksploitasi sumber daya alam yang tak terkendali merupakan ancaman nyata bagi ketahanan nasional Indonesia. Pernyataan ini menyoroti urgensi perlindungan lingkungan sebagai pilar fundamental bagi keberlanjutan pembangunan dan kesejahteraan masyarakat, sebuah perspektif krusial dari Gubernur Lemhannas.
Menurut Gubernur Lemhannas, ketahanan ekologi harus ditingkatkan secara signifikan ke depan. Lingkungan hidup yang terjaga dengan baik adalah prasyarat utama bagi kemajuan bangsa. Eksploitasi yang berlebihan, seperti penambangan ilegal atau deforestasi, tidak hanya merusak alam tetapi juga berpotensi memicu konflik sosial dan ekonomi yang mengganggu stabilitas nasional.
Lebih lanjut, Gubernur Lemhannas menekankan pentingnya sinergitas antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat dalam menjaga daya dukung dan daya tampung lingkungan. Tanpa kolaborasi yang kuat, upaya pelestarian alam akan sia-sia, dan konsekuensinya akan sangat merugikan bagi keberlanjutan kehidupan berbangsa dan bernegara.
Salah satu fokus kajian komprehensif Lemhannas saat ini adalah hilirisasi sumber kekayaan alam. Ace Hasan Syadzily sebagai Gubernur menyatakan bahwa penguatan ketahanan ekologi harus diwujudkan melalui kebijakan yang berorientasi pada keberlanjutan dan peningkatan kesadaran lingkungan, memastikan bahwa kekayaan alam dimanfaatkan secara bijak dan bertanggung jawab.
Dampak eksploitasi alam yang tidak terkontrol meluas ke berbagai sektor, termasuk ketahanan pangan dan energi. Ketika sumber daya alam terkuras atau rusak, kemampuan negara untuk memenuhi kebutuhan dasar penduduknya akan terancam, menciptakan kerentanan yang serius bagi ketahanan nasional secara keseluruhan.
Pernyataan dari Gubernur Lemhannas ini juga sejalan dengan isu-isu global mengenai perubahan iklim. Indonesia, sebagai negara megabiodiversitas, memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem global. Kerusakan lingkungan di dalam negeri akan berdampak luas, tidak hanya bagi Indonesia tetapi juga bagi komunitas internasional.
Maka dari itu, pesan utama dari Gubernur Lemhannas adalah bahwa pembangunan tidak boleh mengorbankan kelestarian lingkungan. Pembangunan yang berkelanjutan harus mengintegrasikan aspek ekonomi, sosial, dan lingkungan, demi mewujudkan ketahanan nasional yang tangguh dan adaptif terhadap berbagai tantangan di masa depan.