Sejarah gulat bisa dilacak kembali ke peradaban Mesir Kuno. Lukisan dinding pada makam Beni Hasan yang berasal dari sekitar 2000 SM menunjukkan berbagai posisi gulat dan teknik yang sudah sangat terorganisasi. Gambar-gambar ini membuktikan bahwa gulat adalah bagian penting dari kehidupan sosial dan militer mereka.
Gulat adalah salah satu bentuk olahraga pertarungan tertua di dunia, dengan jejak sejarahnya yang membentang ribuan tahun. Perjalanan panjang olahraga ini dimulai dari peradaban kuno, jauh sebelum menjadi ajang kompetisi modern seperti sekarang. Memahami sejarahnya membantu kita menghargai warisan budaya yang terkandung di dalamnya.
Dari Mesir Kuno, gulat menyebar ke Yunani kuno dan menjadi salah satu cabang olahraga utama di Olimpiade kuno pada tahun 776 SM. Di sana, gulat bukan hanya hiburan, tetapi juga sarana untuk melatih prajurit. Para pegulat Yunani kuno bertarung telanjang dan mengandalkan kekuatan serta teknik untuk mengalahkan lawan.
Kekaisaran Romawi kemudian mengadopsi gulat dari Yunani, mengubahnya menjadi hiburan gladiator yang brutal. Namun, esensi gulat sebagai olahraga pertarungan tetap ada. Gulat menyebar ke seluruh wilayah kekaisaran, menjadi populer di berbagai lapisan masyarakat, dari tentara hingga warga sipil.
Pada abad pertengahan, gulat menjadi populer di Eropa. Berbagai gaya gulat lokal berkembang, seperti gaya gulat Swiss dan Islandia, yang masih dipraktikkan hingga hari ini. Gulat menjadi bagian dari festival dan turnamen, sering kali digunakan untuk menyelesaikan perselisihan atau menunjukkan kekuatan.
Gulat juga memiliki sejarah panjang di Asia, termasuk di Jepang dengan sumo, dan di India dengan pehlwani. Masing-masing gaya ini memiliki aturan dan tradisi uniknya sendiri, menunjukkan bagaimana gulat beradaptasi dengan budaya lokal. Ini membuktikan universalitas olahraga gulat.
Di Indonesia, gulat dikenal dalam berbagai bentuk tradisional, sering kali sebagai bagian dari upacara adat atau pertunjukan lokal. Salah satunya adalah gulat tradisional di beberapa daerah. Meskipun tidak sepopuler di barat, warisan gulat tetap hidup di sini, menunjukkan jejak olahraga purba ini.